Skripsi
SIMBOL MAKNA PADA AKSESORIS PENGANTIN PEREMPUAN ADAT MANDAR SEBAGAI BAGIAN DARI FASHION
Alfiana Basri, 210208501010. Simbol Makna Pada Aksesoris Pengantin Perempuan Adat Mandar Sebagai Bagian Dari Fashion. Skripsi Jurusan Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar, 2026, Dibimbing oleh Ratnawati Dan A. Nur Maida.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Simbol aksesoris pengantin perempuan adat Mandar. 2) Makna aksesoris pengantin perempuan adat Mandar. Penelitian ini dilaksanakan kecamatan Tinambung, Campalagian dan Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini 1.) Simbol aksesoris pengantin perempuan adat Mandar sebagian besar menggunakan bahan dasar emas atau perak, yang kini banyak digantikan dengan kuningan. Bentuk aksesoris umumnya terinspirasi dari alam seperti flora dan fauna, dengan variasi warna terbatas yaitu merah, putih dan hijau. Aksesoris kepala, yaitu Beru’-Beru’ dan Simbolong Tiwali’, berjumlah ganjil. Sunting digunakan secara genap dengan jumlah tangkai ganjil, sedangkan anting digunakan secara berpasangan dengan jumlah rumbai ganjil pada setiap anting. Pada aksesoris leher, seluruh jenis kalung berjumlah ganjil, baik dari segi penggunaan maupun jumlah susunan pada setiap kalung. Aksesoris pada bagian pundak dan lengan atas, yaitu selendang dan Jima’ Salletto, digunakan dalam jumlah ganjil. Aksesoris lengan atas lainnya, yaitu Teppang, digunakan secara berpasangan, sedangkan aksesoris tangan berupa gelang digunakan dalam jumlah genap. 2) Makna Aksesoris pengantin perempuan adat Mandar mengandung harapan dan doa pelindung, dengan bentuk flora melambangkan kesucian, kemurnian, dan keterikatan dengan alam. Warna merah melambangkan keberanian dan kekuasaan, warna hijau melambangkan harapan rumah tangga yang harmonis, warna putih melambangkan kesucian niat dan kebersihan jiwa, sedangkan warna kuning (emas) melambangkan kemuliaan kejayaan, kekayaan, martabat dan simbol kebangsawanan yang menunjukkan harapan akan kemakmuran serta tingginya nilai kehormatan keluarga, sementara jumlah aksesoris ganjil dan variasinya menandakan kesempurnaan, kebaikan, serta strata sosial pemakainya.
Kata Kunci: Simbol, Makna, Aksesoris Pengantin, Adat Mandar, Fashion
No copy data
No other version available